Jumat, 11 November 2011

Komitmen Seorang Muslim Pada Sisi Ibadah

Komitmen Seorang Muslim Pada Sisi Ibadah

Sebelumnya telah dibahas bagaimana komitmen seorang muslim pada sisi aqidah yang merupakan langkah awal agar diterimanya segala amal dan perbuatan manusia; baik zahir maupun batin, kecil atau besar, sedikit atau banyak dan langsung atau tidak langsung serta hanya sebatas niat atau perbuatan yang kongkret.
Dan untuk melengkapi hidup seorang muslim, setelah mengikrarkan diri beriman kepada Allah SWT dan melaksanakan komitmennya maka komitmen kedua yang harus dipegang teguh dan dilaksanakan adalah komitmen pada sisi ibadah
Ibadah di dalam Islam merupakan puncak sifat kepatuhan dan kerendahan diri dihadapan Allah sebagaimana ia juga merupakan puncak perasaan keagungan Allah sebagai Zat yang patut disembah dan diimani. Ia menjadi anak tangga pertalian di antara hamba dengan Tuhannya. Ibadah ini juga memberi kesan yang mendalam di dalam menjalin hubungan yang erat manusia dengan sang Khalik (Allah SWT) dan juga menjalin hubungan yang harmonis dengan makhluk lainnya.
Begitu juga dengan ibadah-ibadah dalam rukun Islam seperti shalat, puasa, zakat dan haji
serta amalan-amalan lainnya yang dilaksanakan untuk mendapat keridhaan Allah SWT dan dalam mengamalkan Syariat-Nya adalah termasuk dalam pengertian ibadah.
Bertitik tolak dari pengertian inilah Islam menetapkan supaya seluruh hidup manusia dipelihara agar menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT seperti yang dinyatakan oleh Allah:
“Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadah kepada-Ku. Aku tidak sekali-kali menghendaki rezki pemberian dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah, Dialah saja Yang Memberi rezki (kepada sekalian makhluk-Nya, dan Dialah saja) Yang Mempunyai Kekuasaan yang tidak terhingga, lagi Yang Maha Kuat Kokoh kekuasaan-Nya”. (Adz-Dzariyat :56-58)
Allah juga berfirman:
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku dan ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam”. (Al-An’am:162)
Jadi apa komitmen seorang muslim yang harus dipegang teguh???
Paling tidak ada beberapa hal komitmen seorang muslim yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan ibadah, sehingga dengan ini menjadi langkah untuk menggapai ridha Allah SWT:
1- Memastikan diri bahwa ibadah yang dilakukan mempunyai hubungan dengan Allah yang disembah. Inilah apa yang dikatakan dengan tingkatan “keihsanan dalam ibadah”. Rasulullah saw sendiri pernah ditanya (oleh malaikat Jibril) tentang tingkatan”ihsan” ini, lalu baginda menjawab:
“Bahwa engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya (sedikitpun) maka yakinlah bahwa Allah melihat engkau” (Muttafaqun ‘Alaih).
2- Memastikan diri bahwa ibadah yang dilakukan penuh kekhusyu’an sehingga dapat merasakan kenikmatan, kelezatan dan manisnya ibadah serta mendatangkan kekuatan ke dalam dirinya sehingga berkelanjutan mengerjakannya.
Aisyah ra pernah berkata:
“Adalah Rasulullah saw berbicara dengan kami dan kami juga berbicara dengannya tetapi bila tiba saja waktu shalat ia seolah-olah tidak mengenali kami dan kami pula tidak mengenalinya.” (Hadits diriwayatkan oleh Al-Azdi)
Kekhusyu’an inilah yang diisyaratkan oleh Rasulullah saw:
“Betapa banyak orang yang mengerjakan shalat, namun tidak diterima kecuali hanyalah rasa penat dan lelah belaka”. (An-Nasa’i)
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak memperoleh ganjaran apa-apa kecuali lapar dan dahaga”. (An-Nasa’I dan Ibn Majah dari Abu Hurairah)
3- Memastikan diri bahwa dalam beribadah, hati dan jiwanya merasakan kehadiran Allah, membuang dan melupakan kesibukan dunia dan hiruk-pikuknya.
Beribadah dalam keadaan seperti inilah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:
“Allah SWT tidak memandang kepada shalat seseorang yang mengerjakan tanpa kehadiran hati beserta gerak badannya.” (Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Mansur Ad-Dailami dalam “Musnad Al- Firdaus” daripada Ubayy Ibn. Ka’ab dan sanadnya da’if.)
Seorang ulama berkata:
“Shalat itu adalah urusan akhirat, maka ketika masuk menunaikannya (berarti) Anda telah keluar dari dunia.”
Al-Hassan Al-Basri meriwayatkan:
“Setiap shalat yang tidak disertai kehadiran hati, maka ia adalah lebih hanya sekadar siksaan.”
4- Memastikan diri bahwa ibadah yang dilakukan dalam keadaan senantiasa ingin menambahnya, tidak merasa cukup dengan yang ritual dan wajib saja. Namun berambisi untuk menambahnya dengan amalan-amalan sunnah sebagai mengikuti seruan Allah, seperti yang termaktub dalam sebuah hadits qudsi:
“Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku (wali-Ku), maka Aku mengisyaratkan perang terhadapnya. Tidak ada satu perbuatan mendekatkan diri seorang hamba (taqarrub) kepada Aku yang lebih Aku cintai selain daripada kewajiban-kewajiban yang Aku fardhukan ke atasnya. Dan hamba-Ku akan terus beramal mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku sudah mencintainya maka Aku (menjadikan) pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia menggenggam dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia memohon sesuatu dari Aku niscaya Aku memberinya. Dan jika dia memohon perlindungan Aku (dari sesuatu) niscaya Aku akan melindunginya. Aku tidak pernah ragu dari sesuatu yang Aku lakukan seperti Aku ragu (hendak mengambil) nyawa hamba-Ku yang Mukmin, di mana dia membenci maut sedang Aku tidak menyakitinya.” (Al-Bukhari)
5- Berusaha menunaikan ibadah qiyamullail (shalat malam) serta melatih diri melakukannya sehingga ia menjadi satu kebiasaan. Hal ini adalah karena qiyamullail adalah sumber kekuatan yang memantapkan iman. Sebagaimana firman Allah:
“Sebenarnya shalat dan ibadah malam lebih kuat kesannya (kepada jiwa) dan lebih mantap bacaannya”. (Al-Muzammil:6)
Dan Allah SWT juga menerangkan sifat hamba-hambanya yang mukmin:
“Mereka senantiasa mengambil waktu sedikit saja: Masa dari waktu malam, untuk mereka tidur. Dan pada waktu akhir malam (sebelum fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah (memohon ampun)“. (Adz-dzariat:17-18)
Allah juga berfirman:
“Mereka merenggangkan diri dari tempat tidur, (sedikit tidur, karena mengerjakan shalat tahajjud dan amal-amal shalih); mereka senantiasa berdoa kepada Tuhan mereka dengan perasaan takut (akan kemurkaan-Nya) serta dengan perasaan ingin memperoleh (keridhaan-Nya) dan mereka selalu pula mendermakan sebahagian dari apa yang Kami beri kepada mereka”. (As-Sajdah:16)
Di antara amalan-amalan sunnah yang dikerjakan selain qiyamulail adalah shalat Dhuha, shalat tarawih, puasa pada hari senin dan Kamis, puasa pada Hari Arafah, puasa pada Hari Asyura’, puasa enam hari dalam bulan Syawal, tiga hari di setiap pertengahan bulan hijriyah (13,14 dan 15) dan beri’ktikaf di masjid dan lain sebagainya.
6- Senantiasa meluangkan waktu tertentu untuk membaca Al-Quran dengan cara merenungi maksud dan makna-maknanya terutama pada waktu menjelang subuh karena Allah berfirman:
“Dirikanlah olehmu shalat ketika gelincir matahari hingga waktu gelap malam, dan (dirikanlah) shalat subuh sesungguhnya shalat subuh itu adalah disaksikan (keistimewaannya)”. (Al-Isra’ :78).
Membacanya dengan penuh tadabbur tafakkur dan tadzakkur, merenunginya dengan khusyuk karena Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Al-Quran diturunkan dalam keadaan dukacita, maka apabila kamu membacanya hendaklah kamu merasakan keduka citaan tersebut.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Abu Nu’aim).
Demikian juga senantiasa mengingat peringatan Allah dalam firman-Nya:
“Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini ke atas sebuah gunung, niscaya engkau melihat gunung itu khusyuk serta pecah belah karena takut kepada Allah”. (Al-Hasyr:21).
Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah beriman dengan Al-Quran oleh orang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Al-Quran” (Diriwayatkan oleh At-Tirmizi)
Nabi juga bersabda:
“Ibadah yang paling utama bagi umatku ialah membaca Al-Quran”. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Fadha’ilul-Quran)
Di dalam sebuah hadits dari ‘Abdullah bin Mas’ud Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Al-Quran ini adalah hidangan Allah, oleh karena itu hendaklah kamu menyebutnya dengan kekuatan yang kamu mampu menyebutnya. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah tali Allah, cahaya yang terang benderang dan penawar yang berguna. Penjaga kepada siapa yang berpegang kepadanya, jaminan kejayaan bagi yang mengikutinya. Ia tidak salah yang menyebabkan ia tercela, ia tidak bengkok yang menyebabkan ia perlu dibetulkan, keajaibannya tidak kunjung habis dan ia tidak menjadi cacat sekalipun banyak (kandungannya) ditolak orang. Bacalah Al-Quran karena Allah akan memberi ganjaran ke atas setiap huruf dari bacaanmu dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan kepadamu Alif, Lam, Mim itu satu huruf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (Riwayat Al-Hakim)
Dalam satu wasiat kepada Abu Zar Rasulullah berkata:
“Kamu wajib melazimkan dirimu membaca Al-Quran karena ia adalah cahaya untuk kamu di bumi dan perbendaharaan untuk di langit.” (Riwayat Ibnu Hibban)
7- Senantiasa menjadikan doa sebagai perantara berhubungan dan permohonan kepada Allah di dalam setiap urusan hidup. Karena doa adalah inti bagi segala ibadah.
Untuk itu dirinya selalu memilih doa-doa yang ma’tsur dari Rasulullah saw. Sesungguhnya benar firman Allah bila Ia mengatakan:
“Mintalah doa kepadaku, niscaya aku akan memperkenankan permintaanmu”.
Adapun beberapa doa yang diajarkan Rasulullah saw kepada kita untuk dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim adalah sebagai berikut:
1. Doa saat akan tidur
“Dengan nama-Mu wahai Tuhanku, aku baringkan pinggangku dan karena Engkau aku mengangkatnya; jika Engkau tahan jiwaku (Kau ambil jiwaku) ampunilah diriku, jika Engkau lepaskan ruhnya, maka peliharalah diriku sebagaimana Kau pelihara hamba-hamba-Mu yang shalih”. (Hadits riwayat Jama’ah).
2. Doa ketika bangun dari tidur.
“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah kami mati. Dan kepada-Nya kami kembali.” (Hadits riwayat Bukhari)
3. Doa ketika memakai pakaian dan menanggalkannya.
“Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan yang ada padanya. Aku berlindung pada-Mu dari kejelekan pakaian ini dan kejelekan apa yang ada padanya”. (Hadits Riwayat Ibnus Sunni)
4. Doa ketika keluar dari rumah dan memasukinya.
“Dengan nama Allah aku bertawakal kepada-Nya; tidak ada daya, tidak ada kekuatan kecuali karena Allah”. (Sunan At-Tirmizi)
5. Doa ketika berjalan ke Masjid.
“Ya Allah, jadikanlah dalam hatiku cahaya, dalam pandanganku cahaya, pada pendengaranku cahaya, sebelah tangan kananku cahaya dan pada sebelah tangan kiriku cahaya, di atasku cahaya, di bawahku cahaya, di mukaku cahaya dan di belakangku cahaya dan jadikanlah bagiku cahaya.” (Bukhari)
6. Doa ketika memasuki masjid.
“Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu”.
7. Doa ketika keluar dari masjid.
“Ya Allah, aku memohon kepadamu kurniaan-Mu”. (Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud dan Nasa’i)
8. Doa ketika hendak makan.
“Ya Allah, berkahilah kami pada apa-apa yang Kamu rezkikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa neraka, dengan nama Allah”. (Hadits riwayat Ibnu Sunni)
9. Doa setelah selesai makan.
“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan kepada kami, memberi minuman kepada kami dan menjadikan kami dari golongan Muslim”. (Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmizi, Nasa’ie dan Ibnu Majah)
10. Doa ketika akan masuk kamar mandi.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari khubuth dan khaba’ith”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
11. Doa setelah keluar dari kamar mandi.
“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan aku mengecap kelezatannya dan menjauhkan aku dari kesakitannya”. (Hadits riwayat Ibn Sunni dan Al-Tabarani)
12. Doa sebelum bersetubuh.
“Dengan nama-Mu, ya Allah jauhkanlah dari kami syaitan dan jauhkan syaitan daripada apa yang Kau karuniakan kepada kami”. (Hadits riwayat Bukhari).
Jika ditakdirkan bagi mereka akan memperoleh anak, syaitan tidak akan memudharatkannya selama-lamanya.
13. Doa ketika tidak dapat tidur.
“Ya Allah, sudah terbenam bintang-bintang sudah terkatup banyak mata sedangkan Engkau hidup dan jaga, tidak tidur. Wahai Yang Tegak, Yang Hidup dan Yang Jaga, tenteramkanlah mataku”. (Hadits riwayat Ibnus Sunni daripada Zaid Ibn Tsabit)
14. Wirid selepas shalat.
“Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah (membaca Subhanallah) sesudah setiap shalat 33 kali, membaca tahmid (Alhamdulillah) 33 kali dan membesarkan Allah (Allahuakbar) 33 kali. (Hadits riwayat Muslim daripada Abu Hurairah)
Dan digenapkan menjadi seratus dengan membaca:
“Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya segala kekuatan dan kepunyaan-Nya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu”. (Hadits riwayat Muslim)
15. Doa ketika selesai majelis.
“Maha suci Engkau ya Allah dengan segala puji-Mu aku bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Engkau, aku bermohon ampun kepadamu dan kau bertobat kepada-MU”.(Hadits riwayat Muslim daripada Ibn Umar)
16. Doa ketika menaiki kendaraan.
“Segala puji bagi Allah yang menggerakkan bagi kami kendaraan ini, padahal kami tidak sanggup melakukannya, dan sesungguhnya kami semuanya kembali kepada Tuhan kami”.(Hadits riwayat Muslim daripada Ibn Umar)
17. Doa ketika bermusafir.
“Ya Allah karena Engkau aku berusaha dan karena Engkau aku berjalan dan karena Engkau pula aku bepergian. Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebajikan dan ketakwaan dan berupa amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, ringankanlah bagi kami perjalanan kami ini dan dekatkanlah bagi kami yang jauhnya. Ya Allah, Engkaulah sahabat dalam perjalanan dan Wakil di tengah-tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kepayahan perjalanan, dari kesedihan penglihatan, dari kejelekan saat kembali pada harta, keluarga dan anak-anak”. (Hadits ini sambungan dari hadits sebelumnya)
18. Doa ketika hujan turun.
“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (dua kali atau tiga kali)”. (Hadits riwayat Ibnu Syaibah dari hadits Aisyah).
19. Doa ketika mendengar guruh.
“Ya Allah, jangan Engkau bunuh kami dengan murka-Mu dan jangan Engkau binasakan kami dengan siksa-Mu dan selamatkan kami sebelum itu”. (Hadits riwayat Tirmizi, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Umar)
20. Doa ketika melihat anak bulan.
“Allah Maha Besar, ya Allah, muncullah bulan ini bagi kami dengan penuh berkah dan iman, keselamatan dan keislaman, taufiq pada apa-apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai ya Tuhanku dan Tuhanmu,Allah”. (Hadits riwayat At-Tirmizi dan Ibnu Hibban dan At-Tirmizi berkata: Hadits ini Hasan)
21. Doa kepada pengantin.
“Semoga Allah memberkati engkau dan memberkati atas kau dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”. (Hadits riwayat Bukhari, Muslim dan empat ahli hadits dari Anas
dan Abu Hurairah).
22. Doa ketika melihat kanak-kanak.
“Aku bermohon perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaitan dan racun, dan dari setiap mata yang membawa kejelekan”. (Hadits riwayat Bukhari dari hadits Ibnu ‘Abbas)
23. Doa ketika menziarahi orang sakit.
“Ya Allah, hilangkanlah penyakit ini, wahai yang memelihara manusia. Sembuhkan lah, sesungguhnya Engkaulah yang menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan yang diberikan oleh-Mu, kesembuhan yang tidak disertai rasa sakit”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah)
24. Doa ketika dukacita.
“Tidak ada Tuhan yang berhak menyembuhkan melainkan Engkau, sesungguhnya aku termasuk di kalangan orang-orang yang zhalim”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Usamah Ibn Zaid)
25. Doa takziah kematian.
“Sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang Ia ambil dan kepunyaan-Nya, apa yang Ia berikan dan segala sesuatu pada sisi-Nya sampai waktu yang ditentukan. Hendaklah kamu bersabar dan mengharapkan ganjaran”. (Hadits riwayat Bukhari dari hadits Usamah).
26. Doa dalam shalat jenazah.
“Ya Allah, maafkanlah dia dan berilah rahmat ke atasnya, selamatkanlah dia dan ampunilah dia, muliakanlah tempatnya, luaskan tempat masuknya dan bersihkanlah dia dengan air salju dan air dingin. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan pakaian
yang putih dari kotoran, gantikanlah baginya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarganya dan pasangan yang lebih baik daripada pasangan yang dimilikinya. Masukkanlah dia ke surga dan lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka”.
(Hadits riwayat Muslim daripada ‘Aus Ibn Malik)
8. Meyakini bahwa ibadah kebutuhan bukan sekedar kewajiban dan beban yang telah diwajibkan Allah, dan Allah SWT sama sekali tidak membutuhkan ibadah hamba-hamba-Nya, sehingga akan selalu memeliharanya dan menjaganya bagaimanapun dan kapanpun serta dimanapun keberadaannya
9. Meyakini bahwa ibadah yang dilakukan tidak menjamin diri masuk surga kecuali karena rahmat Allah SWT, namun dengan ibadah kepada Allah dirinya berharap semoga Allah memberikan rahmat dan ridha serta menjadi sarana untuk mendapatkan pahala dan ketaqwaan yang menjadi langkah menggapai ridha Allah.
10. Meyakini bahwa ibadah sebagai jalan terbukanya rizki dan berbagai kebaikan.

MENJALANKAN KEHIDUPAN YANG BENAR.

MENJALANKAN KEHIDUPAN YANG BENAR.

Hidup di dunia ini adalah suatu penderitaan, itulah kesunyataan, itulah realitasnya yang dikatakan Budha . Untuk mengatasi penderitaan itu, Budha memberikan 8 jalan kebenaran a.l menjalani hidup dengan benar.
Dalam ajaran kepercayaan/agama, penderitaan itu digambarkan sebagai neraka, jadi dunia ini hakikatnya ialah alam neraka. Coba lihat di Haiti, lihat di Afrika, lihat di Timur Tengah, jeritan kematian ada setiap saat. Di Indonesia, lihat manusia di kolong jembatan, lihat mereka yang tergenang banjir, ditimbun tanah longsor, lihat mereka yang tergusur, mereka berteriak menangis tanpa harapan.

Disamping neraka, didunia ini juga ada sorga, lihat mereka yang hidup tenang, rukun damai, dicukupkannya rezeki, akhir hdupnya dibukakan pintu sorga, sehingga mereka melangkah kesorga dengan tenang.
Sesungguhnya kehidupan ini adalah suatu permainan yang melelahkan, adalah suatu kesenangan yang menipu. Di Akhirat nanti akan ada perhitungan apakah hukuman/laknat, atau ampunan/berkat. (57:20). Dalam menjalani hidup ini janganlah kita terlalu serius, mengorbankan hati nurani kita demi popularitas duniawi, sebab di akhirat nanti hati nurani kitalah yang akan mempertanggung jawabkan kehidupan ini. Apa yang terjadi di dunia ini semua sudah ditulis, kita hanya menjalani saja.( 57:22)

Budha memberikan 8 jalan kebenaran, Muhammad membawakan Wahyu yang memberikan petunjuk dan penerangan untuk menjalani kehidupan ini.

Alqur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran, dan kitab yang memberikan petunjuk (36:69) kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang2 yang kami pilih a.l
1. Kelompok yang menganiaya diri sendiri
2. Kelompok pertengahan,..
3. Kelompok yang telah berbuat kebaikan,.

Pada hari kiamat, (56 :7-10)
kelompok -1 ada disebelah kiri, alangkah sansaranya golongan ini/di neraka
Kelompok-2 disebelah kana, alangkah bahagianya golonganb ini / di sorga.
Kelompok-3 ada didepan, mereka telah masuk sorga,….

Untuk dapat memberikan gambaran yang jelas , saya umpamakan Alqur’an sebagai perahu yang mengangkut umat dari alam duniawi menuju alam sorgawi.
Kelompok kiri, mereka yang dibebani dengan urusan duniawi, seperti anak-istri, kekayaan, dendam, iri , cemburu , marah dll, mereka ini tidak bisa naik perahu karena beban duniawinya terlalu berat, roh mereka tetap tinggal di duniawi, walaupun fisiknya sudah mati. Mereka ini berada dalam alam neraka baik diduia maupun di akherat, maka itu disebut neraka yang kekal. Roh mereka gentanyangan di alam maya.

Kelompok pertengahan/tdk extrim, menjalani kebenaran misalnya sembahyang, berderma, membersihkan hati dan pikiran ( 87:14-15) Karena hatinya bersih, mereka tidak ada beban duniawi, dengan mudah masuk kedalam perahu, walaupun fisiknya tertinggal di duniawi. Ronya masuk alam sorgawi tanpa penderitaan, baik di dunia maupun di akherat.

Kelompok 3 mereka telah menjalankan kebaikan, meninggalkan kehidupan duniawi. Setiap kesempatan hanya melakukan sembahyang dan tasbihan menyatukan diri dengan Tuhan, Mereka ini sudah masuk sorga sebelum kematian fisiknya.

Yang disebut api neraka , yang membakar hati manusia baik di dunia maupun di akherat adalah amarah, dendam, iri hati, rakus, curang, dan semua penyakit hati lainnya, Kalau manusia sudah meninggal, penyakit hati ini tetap melengket pada roh, karena roh itu hakikatnya ialah bathin manusia yang sdh berpisah dengan raganya.

Mereka berperang yang dilandasi oleh kebencian, kemarahan dan dendam sudah ada dalam neraka sejak didunia ini, tetapi bagi mereka yang bunuh diri dengan meledakkan diri sendiri, bathinnya bersih masuk sorga, karena dendam yang membakar dirinya sudah dilepaskan dengan cara bunuh diri. Mereka yang membunuh karena kebencian, sampai matipun kebencian itu mereka bawa, sehingga rohnya berada dalam siksaan, baik dimasa hidup maupun sesudah mati.

Demikian pula mereka yang mati dalam medam perang karena kewajiban atau mempertahankan harga diri, sama dengan orang yang melepaskan diri dari api neraka duniawi, seperti penghinan , tanggung jawab sosial dll, masuk kedalam alam sorgawi karena beban duniawinya telah dilaksanakannya. Mereka ini termasuk para kesatria dan pahlawan bangsa.

Didalam begawan Gita dikatakan, “berbahagialah para kesatria yang dapat kesempatan untuk berperang, yang muncul tanpa dicari, karena hal itu , pintu kesorga terbuka baginya.(II/32).
Bagi mereka yang dibakar oleh dendam/amarah kemudian mati, mereka termasuk berada dalam neraka baik di dunia maupun di akherat, oleh karena itu agama mengajarkan silaturahmi, “menabur damai dalam hati”, saling maafa-memaafkan, melepaskan dendam yang membakar hidup kita.

Budha mnengajarkan : “dendam tidak akan dapat diakhiri dengan dendam.” Waktu beliau dihina, “dia katakan Hina itu kan dari mulut mereka, yang keluar dari hati yang hina, jagalah hatimu agar jangan ikut menjadi hina”

Demikianlah agama mengajarkan kita jalan hidup yang benar, bukan saling menghakimi satu sama lainnya coba baca ayat berikut : ” Kami menurunkan Alqur’an untuk manusia dengan membawa kebenaran, siapa yang mendapat petunjuk, maka petunjuk itu adalah untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat, maka sesat itu adalah untuk dirinya, kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab atas mereka. ( 39:41)

Jika anda menghakimi orang sesat, maka sesungguhnya anda juga termasuk orang sesat, penghinaan hanya keluar dari hati yang hina. Salam damai,…

Presiden: SEA Games upaya nyata wujudkan kebersamaan


 
MedanBisnis - Palembang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan ajang SEA Games sesungguhnya merupakan langkah nyata untuk memperkuat kebersamaan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam sambutannya pada pembukaan SEA Games ke-26 di Stadion Sriwijaya, Kawasan Olahraga Jakabaring, Palembang, Jumat malam, Presiden menyatakan cita-cita besar ASEAN adalah mewujudkan kebersamaan dan kemitraan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara.

"ASEAN kian menjadi kawasan dinamis dan penuh kemajuan. Mari kita tingkatkan kerja sama dan kemitraan lebih tinggi untuk mewujudkan Asia Tenggara yang damai, adil, maju dan sejahtera," tutur Presiden yang mengenakan pakaian adat Palembang lengkap dengan ikat kepala.

SEA Games ke-26 yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang pada 11-22 November 2011 mengawali rangkaian kegiatan ASEAN pada akhir 2011. Pada 17-19 November 2011 di Bali akan diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang dihadiri oleh kepala negara/pemerintahan sepuluh negara anggota ASEAN.

"Sekarang menjadi tujuan bersama ASEAN melalui pertemuan-pertemuan penting ingin memperkokoh kebersamaan ASEAN dengan tema besar ASEAN satu visi, identitas, dan komunitas," ujar Presiden Yudhoyono.

Presiden yang menjabat Ketua ASEAN 2011 itu menyampaikan optimismenya bahwa Asia Tenggara akan menjadi wilayah dan pilar kemajuan penting pada tingkat Asia dan bahkan dunia.

"Tanda-tanda dan jalan Tuhan ke arah itu mulai tampak jelas dan Insya Allah akan memberikan peluang besar," katanya.

Atas nama negara dan pemerintah, Presiden Yudhoyono mengucapkan selamat datang dan selamat bertanding kepada peserta SEA Games ke-26.

"Melalui SEA Games 2011 ini saya berharap kita meraih prestasi tinggi dan menjadi kebanggaan baru bagi Asia Tenggara dan bahkan dunia," ujarnya.

Kepala Negara menyatakan dalam dunia olahraga selalu terbuka ruang untuk mencetak prestasi gemilang melalui tekad, upaya gigih, dan jiwa sportivitas yang tinggi.

Pembukaan SEA Games ke-26 yang berlangsung meriah meskipun hujan yang membasahi Stadion Sriwijaya. Pihak panitia untungnya telah menyediakan payung dan jas hujan berbahan plastik yang disediakan di kursi setiap penonton.

Para atlet peserta SEA Games yang melakukan defile akhirnya mengikuti sisa acara pembukaan sambil berdiri kehujanan di tengah stadion.

Presiden Yudhoyono yang sedianya menyampaikan pidato di panggung di tengah lapangan akhirnya berbicara dari atas tribun yang beratap. (ant)

Orang Kaya Harus Peduli pada Si Miskin


 
MedanBisnis – Tebingtinggi. Penjabat (Pj) Walikota Tebingtinggi H Eddy Syofian Purba mengharapkan kepada orang kaya agar peduli dan member bantuan kepada orang miskin. Sebab, doa orang miskin mustajab dan makbul.
"Tugas pemimpin untuk membangun kekompakan dan kehidupan di dunia dan akhirat, tugas orang kaya membantu orang miskin dan tugas orang miskin harus dapat mendoakan orang kaya. Jadi ibu-ibu PKK harus mempunyai tekad untuk merubah nasib ekonomi rumah tangga dan jangan tergantung dari suaminya saja," kata Eddy Syofian saat acara penandatangan kerjasama PT Bank Sumut dengan Tim Penggerak PKK Kota Tebingtinggi, Jum"at (1/4) di Gedung Balai Pertemuan Kartini jalan Imam Bonjol, kota setempat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekdako Tebingtinggi H Asbi Budiman, Asisten I Hadi Winarno para kadis dan kabag serta camat dan lurah sejajaran Pemko Tebingtinggi, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita, tokoh masyarakat dan ibu-ibu yang akan menerima bantuan dari Bank Sumut.

Pemimpin Cabang PT Bank Sumut Tebingtinggi H Khairil Anwar mengatakan, produk Kredit Peduli Usaha Mikro Sumut Sejahtera (KPUM-SS) I ini diluncurkan pada tahun 2009 dengan mekanisme pemberian dan sasarannya adalah kaum ibu yang tergabung dalam kelompok keuangan mikro (KKM) dari masyarakat prasejahtera. Plafond kredit sebesar Rp 1 juta - Rp 5 juta dengan jangka waktu maksimal 24 bulan dengan suku bunga 18% pertahun.

"Produk KPUM SS-1 ini telah dilaksanakan diseluruh kabupaten di Sumatra Utara karena hal ini sejalan dengan komitmen yang telah kami sepakati dengan Bank Indonesia dalam rangka mencapai BDP regional Champion tahun 2014 yang menetapkan tiga pilar yang meliputi, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM dan peningkatan dan perluasan jaringan," papar Khairil Anwar.

Lebih lanjut disampaikan bahwa, produk KPUM SS 1 yang digulirkan ini bukanlah dana hibah. "Dana yang kami salurkan ini merupakan dana yang kami himpun dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Ny Hj Emelda Eddy Syofian mengatakan, kerjasama Tim Penggerak PKK Kota Tebingtinggi dengan Bank Sumut bertujuan memberikan bantuan modal kepada ibu-ibu yang bergerak dalam usaha kecil menengah (UKM) nantinya.

"Dengan diberinya modal, ibu-ibu dapat mengembangkan usaha sesuai dengan berkembangnya usaha tentunya akan mendapat hasil sebagaimana yang diharapkan. Dengan demikian fungsi ibu sebagai pencari nafkah tambahan akan memberi manfaat bagi ibu dan juga bagi keluarga," ujar Ny Emelda. (ali yustono)

DASAR-DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNTUK ORGANISASI PUBLIK

DASAR-DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNTUK ORGANISASI PUBLIK

A. SIM BERBASIS KOMPUTER

Adalah suatu sistem yang menempatkan perkakas pengolah data komputer dalam kedudukan yang penting Alasan mengapa komputer merupakan perkakas yang sangat penting dalam SIM modern, adalah :
Pertama, kemampuan komputer untuk mengolah data.

Persoalan pokok di dalam SIM modern adalah bagaimana mengkombinasikan kemampuan manusia dan kemampuan komputer untuk menghasilkan keputusan manejerial yang baik.
Kedua, teknologi otomasi melalui komputerisasi sudah tersedia dimana-mana dan dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Kemampuan dana dan manusia yang ada apabila tidak menggunakan SIM berbasis komputer sangat disayangkan.Kegagalan yang dialami oleh suatu SIM disebabkan oleh anggapan bahwa komputerisasi akan dapat memecahkan setiap persoalan dalam organisasi atau karena terlalu tingginya perkiraan (too high expectation)
Unsur-unsur SIM yang berbasis komputer adalah:
1. Manusia
2. Perangkat keras (hardware)
3. Perangkat lunak (software)
4. Data
5. Prosedur

Secara teknis pelaksanaan SIM berbasis komputer meliputi empat bagian, yakni input, pengolahan, penyimpanan dan output. Sistem operasi komputer modern dapat memperbaharui/meremajakan data dari sumber-sumber data dengan cara yang begitu komplek. Pada dasarnya ada dua cara peremajaan data:
1. Sistem pengolahan dalam gugus/tumpukan (batch processing)
Contoh: Di bank-bank dalam pembaruan catatan deposit nasabah selama satu hari
2. Sistem pengolahan waktu nyata (real-time Processing)
Contoh: Sistem pemesanan tiket pesawat. Pencatatan dalam penarikan di ATM
B. PERANGKAT KERAS
Menurut ukuran atau kapasitasnya perangkat keras digolongkan dalam empat kategori, yaitu :
1. Komputer Mikro
2. Komputer Mini
3. Komputer Besar
4. Super Komputer
C. Central Procesing Unit (CPU)
Inti dari setiap konfigurasi komputer adalah unit pengolah pusat. Komponen-komponen yang terdapat dalam CPU :
1. Input. Data yang hendak diolah dan instruksi-instruksi pengolahan diberikan kepada CPU melalui perkasas atau media input.
2. Output. Hasil akhir pengolahan data dari CPU ditulis pada berbagai bentuk media
3. Control Unit. Bagian ini berfungsi mengarahkan dan mengkoordinasi keseluruhan sistem komputer dalam pelaksanaan instruksi-instruksi program
4. Arithmetic logic Unit. Sebagi kalkulator CPU
5. Primary Strogage (penyimpan primer)
6. Bus. Adalah serangkaian kabel atau jalur yang membawa data.
Ukuran penyimpanan/lebat jalur trasnmisi
1. Bit (binari digit)
2. Byte

Ukuran kecepatan
1. Hertz.
Contoh : Apabila komputer deskpro 486 dengan kecepatan 50 Mhz, berarti micorprocessor clock yang dipakai untuk sinkronisasi operasi komputer bekerja sebanyak 50 juta putaran perdetik. 2. Mips. Singkatan dari millions of instruction per second. 3. Flops singkatan dari Floating-point instruction per second. yang mana kecepatannnya hingga Megaflops atau gigaflops
D. Penyimpanan
Penyimpanan data dapat dilakukan dalam main memory komputer dan penyimpan eksternal.
1. Main memory
Memori utama adalah penyimpanan yang dapat diakses secara langsung oleh CPU.
2. Penyimpanan eksternal
Contoh disket, Harddisk, compact Disk, microfishe dan microfilm, Magnetic tape.
3. Perkakas input
4. Keyboard
5. Mouse, joystick, trackball
6. Light pen, memasukkan data untuk aplikasi khusus biasanya untuk kegiatan rekayasa dan arsitektur.
7. Digitizer alat yang efisien untuk memasukkan data yang berupa gambar, peta, bagan atau lambang-lambang sehingga data tersebut dapat disimpan dalam bentuk sinyal-sinyal elektronik komputer
8. Bar code reader (membaca tanda garis tegak) swalayan, perpustakaan
9. Touch sensitive screen
10. Perkakas Output
1. Printer
2. Plotter, berfungsi untuk menterjemah sinyal-sinyal dari CPUmenjadi garis-garis atau kurva yang “tergambar” di atas kertas.
3. Facsimile yakni salinan teks, dokumen atau grafik yang di kirim secara elektronis dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
11. Perangkat lunak
Perangkat Lunak (Software) adalah serangkaian instruksi yang dapat dipahami oleh perangkat keras pengolah data atau komputer sehingga perangkat keras itu dapat melaksanakan pemrosesan data sesuai yang dikehendaki. Dalam kepustakaan tentang SIM, perangkat lunak disamakan dengan bahasa pemrograman (programming language). Sedangkan bahasa pemrograman sendiri pada intinya berisi serangkaian aturan-aturan yang memungkinkan instruktsi-instruksi tertentu dapat dilaksanakan oleh komputer (Parker, 1989:218 dalam Kumorotomo:1996:35)
12. Perangkat otak: pengorganisasian SIM modern
Dalam sistem informasi manajemen modern, untuk perangkat otak (brainware) atau unsur manusia menempati peranan sentral. Para manajer adalah user namun personalia dari satuan sistem informasi di dalam organisasi secara umum dibedakan menjadi tiga, macam, yaitu :
13. Analis/perancang sistem, bertugas mengadakan analissi dan penilaian tentang kebutuhan dari end usser, merancang sistem-sisstem pengolahan, dan menyusun spesifikasi kegiatan-kegiatan yang dapat ditunjang dengan perangkat komputer yang harus dikembangkan oleh organisasi
14. Programer, orang yang menyusun rankaian perintah-perintah dari data-data yang dimasukkan ke dalam sistem program.
15. Operator, orang-orang yang mengoperasikan komputer serta mencari dan mendistribusikan hasil-hasil pengolahannya disebut operator.

Perbedaan Antara System Life Cycle (SLC) dengan System Development Life Cycle (SDLC)

Perbedaan Antara System Life Cycle (SLC) dengan System Development Life Cycle (SDLC)


Pengertian System Life Cycle (SCL)

System Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan sistem informasi dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.

Beberapa SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikan segala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
System Life Cycle terdiri dari beberapa fase yaitu :
  1. Fase Perencanaan
    Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
  2. Fase Analisis
    Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol.
  3. Fase Desain
    Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru.
Pengertian System Development Life Cycle (SDLC)

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. System Development Lyfe Cycle (SDLC) merupakan keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Langkah yang digunakan meliputi :
  1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
  2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
  3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
  4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
  5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
  6. Merancang sistem informasi baru
  7. Membangun sistem informasi baru
  8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
  9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.

Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah

1. Analisis sistem
    Yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan

2. Spesifikasi kebutuhan sistem
    Yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan     membuatperencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem

3. Perancangan sistem
    Yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi                       

 4. Pengembangan sistem
    Yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan

5. Pengujian sistem
    Yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat

6. Implementasi dan pemeliharaan sistem
    Yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang. Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance.

Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.

Kamis, 13 Oktober 2011

Sistem Informasi Manajemen

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer


Sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang saling terkait yang secara kolektif membentuk kesatuan. Suatu Sistem informasi manajemen yang berbasis komputer (komputer-based management information Sistem) terdiri dari manusia, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data, prosedur-prosedur organisasi yang saling berinteraksi untuk menyediakan data dan informasi yang tepat pada waktunya kepada pihak-pihak di dalam maupun di luar organisasi yang berkompeten. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer.
SIM berbasis manajemen  adalah SIM yang menempatkan perkakas pengolah data komputer dalam kedudukan yang penting.
Beberapa alasan mengapa komputer merupakan perkakas yang sangat penting di dalam SIM modern adalah sebagai berikut:
  • Berkenaan dengan kemampuan komputer untuk mengola data. Kemampuan komputer lebih unggul dari pada kemampuan otak manusia. Walaupun pengambilan keputusan tetap dilakukan oleh manusia. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer
  • Teknologi otomatis melalui komputerisasi sudah tersedia di mana-mana dan dapat diperoleh dengan mudah dan murah.

Unsur-unsur SIM Berbasis Komputer

Secara garis besar SIM berbasis komputer mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
a. Manusia
Setiap SIM yang berbasis komputer harus memperhatikan unsure manusia supaya Sistem yang diciptakan bermanfaat. Hendaknya diingat bahwa manusia merupakan penentu keberhasilan suatu SIM dan hanya manusia yang akan memanfaatkan informasi yang dihasilkan oleh SIM. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer
Jadi dapat dikatakan manusia adalah para staff komputer professional dan para pemakai (komputer used).
b. Perangkat keras (hardware)
Istilah perangkat keras menunjuk kepada perkakas mesin. Perangkat keras tersebut terdiri dari Central Processing Unit (CPU), perkakas pendukung (output devices), perkakas penyimpan (memori), dan perkakas komunikasi.
c. Perangkat lunak (software)
Istilah perangkat lunak merujuk kepada program-program komputer beserta petunjuk-petunjuk (manual) pendukungnya. Program komputer adalah instruksi-instruksi yang dibaca oleh mesin yang memerintahkan bagian-bagian dari perangkat keras SIM berbasis komputer untuk berfungsi sedemikian rupa sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat dari data yang tersedia.
d. Data
Data dalah fakta-fakta yang akan dibuat menjadi informasi yang bermanfaat. Data tersebut yang akan dipilah, dimodifikasi, atau diperbaharui oleh program-program supaya menjadi informasi.
e. Prosedur
Prosedur adalah peraturan-peraturan yang menentukan operasi Sistem komputer. Misalnya setiap akses operator komputer kepada pengelola induk harus dilaporkan waktu dan otoritasnya

Pelaksanaan SIM Berbasis Komputer

Secara teknis pelaksanaan SIM Berbasis Komputer meliputi empat tahapan yaitu:
a)      Input. Perkakas input berfungsi menyediakan data mentah ke komputer sistem.
b)      Pengolahan. Data yang telah diinput kemudian diolah tau diproses oleh CPU sesuai dengan instruksi-instruksi yang diberikan oleh perangkat lunaknya.
c)      Penyimpanan. Pada saat komputer menjalankan fungsinya, ia mengalirkan dan menyimpan data dalam ruang elektronik yang disebut memori.
d)     Output. Setelah informasi diperoleh, informasi tersebut diberikan kepada perangkat output.
Sistem Operasi Komputer Modern
Sistem operasi komputer modern dapat memperbaharui atau meremajakan (meng-update) data dari sumber-sumber data dengan cara sebagai berikut:
  1. Sistem pengolaan data gugus/ tumpukan. Sistem ini merupakan Sistem pengolahan atau pembaharuan data yang lama tetapi relative murah. Transaksi, kegiatan operasional atau catatan-catatan penting dalam organisasi dikumpulkan dalam gugus-gugus, dan secara periodic diolah untuk digabung dengan berkas/ file induknya.
  2. Sistem pengolaan waktu-nyata. Dengan sistem pengolahan ini, pembaharuan data dilakukan langsung pada file maupun basis data (database) seperti: pemesanan tiket pesawat udara. Segera sesudah satu tempat duduk terjual, jumlah tempat duduk yang masih tersedia disesuaikan sehingga agen yang terhubung dengan Sistem itu akan tahu secara tepat berapa tempat dudukyang masih tersisa dipenerbangan tertentu.