Minggu, 20 Februari 2011

KEWIRAUSAHAAN

BAB 1                                     

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis yang berarti perantara.Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
Tiga jenis perilaku :
1. Memulai inisiatif, dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan.
2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis, dimana seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi
3. Diterimanya resiko dan kegagalan, di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi, pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya.
2. Keinginan untuk bertanggung jawab segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah, hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil, selalu bersikap optimis bahwa usaha yang dijalankannya akan sealu berhasil dan membawa keuntungan.
5. Rangsangan oleh umpan balik, cepat tanggap akan situasi yang ada
6. Aktivitas energik, Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
7. Orientasi ke masa depan, Memiliki visi dan tujuan yang jelas.Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut.
8. Keterampilan dalam pengorganisasian, mempunyai kemampuan dalam hal organisasi untuk mengembangkan usahanya.
9. Sikap terhadap uang, selalu bisa memanfaatkan uang yang di dapat untuk mengembangkan usahanya.

Potensi Seorang Wirausaha
• Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.
• Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
• Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.


• Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.
Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis


Metode Analisa Diri Sendiri
• Untuk kebutuhan usaha baru harus memperhitungkan kebutuhan, dorongan dan aspirasi.
• 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
• Analisa prestasi pribadi, analisa dengan melihat pengalaman yang tidak terlupakan yaitu pengalaman yang sangat memuaskan dan pengalaman yang sangat tidak memuaskan
Pengembangan n Ach
n Ach dapat diperkuat dan dikembangkan melalui program pelatihan. Tahap-tahapnya antara lain :
• Menyadarkan orang-orang pada potensi mereka untuk mendapatkan karakteristik kewirausahaan. Mereka dilatih untuk membuat rencana, harapan, kesulitan dan mengevaluasi segala tindakan yang telah dilakukan
• Pengembangan sindrom prestasi. Individu diajar untuk berpikir, berbicara, bertindak dan menyadari orang lain
• Dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang-orang menghubungkan cara berfikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan cara melihat dunia.
• Pemberian dukungan emosional peserta di dalam usaha mereka untuk merubah diri

Manajemen Kewirausahaan
Dalam menjalankan usaha wirausaha akan mengelola sumber daya yang dimiliki. Sumber daya itu biasanya meliputi 5 M: Man (manusia), Material (bahan baku, peralatan), Method (metode, prosedur), Money (uang), Market (pasar). Kelima sumber daya harus dikelola dan didayagunakan secara efektif dan efisien.
Efektif artinya dapat menjalankan usaha sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Sedangkan efisien adalah melakukan kegiatan dengan selalu membandingkan antara input (masukan) dan output (keluaran). Output harus lebih besar daripada inputnya. Agar wirausaha dapat mencapai tujuan dengan efekti dan efisien, yaitu meningkat kesejahteraan pemilik dan karyawan, yang diukur dari perolehan laba yang dicapai. Wirausahawan dituntut memiliki ketrampilan dan kemampuan manajerial. Ketrampilan manajerial adalah ketrampil dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, yang meliputi antara lain:
1. Menyusun Perencanaan (Planning)
2. Mengorganisasikan Sumber Daya (Organizing)
3. Memimpin SDM (Leadership)
4. Mengkoordinasi Sumber Daya (Coordinating)
5. Mampu Mengendalikan Usaha (Controlling)

Kamis, 17 Februari 2011

KEWIRAUSAHAAN


KEWIRAUSAHAAN
Pengertian Kewirausahaan
Oleh Budi Hermana

Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
Richard Cantillon (1973)
Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan mebeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian

Jean Baptista Say (1816)
Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan
menemukan nilai dari produksinya.

Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan




Joseph Schumpeter (1934)
Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan- perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk 
(1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru
(2) memperkenalkan metoda produksi baru
(3) membuka pasar yang baru (new market)
(4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan / komponen baru
(5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. 

 Penrose (1963)
Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio
Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif.
Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

Wirausaha merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri tidak bergantung kepada pemerintah atau pihak-pihak lain dalam menghadapi segala tantangan persaingan. Inti dari kewirausahaan adalah; Pengambilan
resiko, Menjalankan sendiri, Memanfaatkan peluang-peluang, Menciptakan baru, Pendekatan yang inovatif, dan Mandiri.

Kata entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata kewiraswastaan akhir-akhir ini diterjemahkan dengan kata kewirausahaan.
Di Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri. Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri.
Hisrich, Peters, dan Sheperd (2008:h 10) mendifinisikan: “Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya yang diperlukan, menanggung risiko keuangan, fisik, serta risiko sosial yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, sertra kepuasan dan kebebasan pribadi”. Kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai berikut: “Wirausaha usahamerupakan pengambilan risiko untuk menjalankan usaha sendiri dengan

memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri dalam menghadapi tantangan- tantangan persaingan (Nasrullah Yusuf, 2006).

Kata kunci dari kewirausahaan adalah;
1. Pengambilan resiko
2. Menjalankan usaha sendiri
3. Memanfaatkan peluang-peluang
4. Menciptakan usaha baru
5. Pendekatan yang inovatif
6. Mandiri (misal; tidak bergatung pada bantuan pemerintah)

Pengusaha, wirausaha, dan penemu
Tidak semua pengusaha adalah wirausahawan. Sebagai contoh seorang pengusaha yang karena ia memiliki saham disuatu perusahaan dan memiliki koneksi tertentu dengan pejabat pemerintah sehingga ia memperoleh fasilitas-fasilitas istimewa baik dalam memenangkan tender maupun kemudahan dalam perizinan bukanlah seorang wirausahawan.
Orang tersebut tidak lebih hanyalah seorang pengusaha/pedagang. Kita dapat mengambil contoh pengusaha air minum dalam kemasan dengan merk Aqua, Bapak Tirto Utomo. Dia dapat dikatakan seorang wirausahawan karena ia melakukan terobosan dalam usaha baru air minum dalam kemasan yang pada saat itu dikuasai oleh minuman bersoda dan beralkohol. Pada awal berdirinya perusahaan Aqua banyak orang mempertanyakan mengapa air tawar diperjual belikan yang biasanya di Indonesia dapat diminta dengan gratis, tetapi usaha tersebut ternyata berhasil bahkan kini banyak perusahaan lain yang mengikutinya.
Wirausaha berbeda dengan penemu (inventor) yaitu orang yang menemukan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia, misalnya homas Alpha Edison menemukan listrik. Einstein menemukan atom, dan lainnya.
Mereka tidak dapat disebut wirausahawan jika penemuannya tersebut tidak ditransformasikan oleh mereka sendiri ke dalam dunia usaha. Wirausahawan adalah orang yang yang memanfaatkan penemuan tersebut ke dalam dunia usaha.

Wirausahawan dan Manajer
Wirausahawan berbeda dengan manajer.Meskipun demikian tugas dan perannya dapat saling melengkapi.
Seorang wirausahawan yang membuka suatu perusahaan harus menggunakan keahlian manajerial (manajerial skills) untuk mengimplementasikan visinya. Dilain pihak seoarng manajer harus menggunakan keahlian dari wirausahawan (entrepreneurial skill) untuk mengelola perubahan dan inovasi.
Menurut Kao (1989), secara umum posisi wirausahawan adalah menempatkan dirinya terhadap risiko atas guncangan-guncangan dari perusahaan yang dibangunnya (venture).
Wirausahawan memiliki risiko atas finansialnya sendiri atau finansial orang lain yang dipercayakan kepadanya dalam memulai suatu.
Ia juga berisiko atas keteledoran dan kegagalan usahanya. Sebaliknya manajer lebih termotivasi oleh tujuan yang dibebankan dan kompensasi (gaji dan benefit lainnya) yang akan diterimanya.
Seorang manajer tidak toleran terhadap sesuatu yang tidak pasti dan membingungkan dan kurang berorientasi terhadap resiko dibandingkan dengan wirausahawan. Manajer lebih memilih gaji dan posisi yang relatif aman dalam bekerja.
Wirausahawan lebih memiliki keahlian intuisi dalam mempertimbangkan suatu kemungkinan atau kelayakan dan perasaan dalam mengajukan sesuatu kepada orang lain.
Dilain pihak, manajer memiliki keahlian yang rational dan orientasi yag terperinci (rational and detailed-oriented skills).

Wirausahawan dilahirkan, dicetak, atau lingkungan
Perdebatan yang sangat klasik adalah perdebatan mengenai apakah wirausahawan itu dilahirkan (is borned) yang menyebabkan seseoarng mempunyai bakat lahiriah untuk menjadi wirausahawan atau sebaliknya wirausahawan itu dibentuk atau dicetak (is made).
Sebagian pakar berpendapat bahwa wirausahawan itu dilahirkan sebagian pendapat mengatakan bahwa wirausahawan itu dapat dibentuk dengan berbagai contoh dan argumentasinya.
Misalnya Mr.X tidak mengenyam pendidikan tinggi tetapi kini dia menjadi pengusa besar nasional. Dilain pihak kini banyak pemimpin/pemilik perusahaan yang berpendidikan tinggi tetapi reputasinya belum melebihi Mr. X tersebut.
Pendapat lain adalah wirausahawan itu dapat dibentuk melalui suatu pendidikan atau pelatihan kewirausahaan. Contohnya, setelah Perang Dunia ke-2 beberapa veteran perang di Amerika belajar berwirausaha. Mereka belajar berwirausaha melalui suatu pendidikan atau pelatihan baik pendidikan/pelatihan singkat maupun pendidikan/pelatihan yang berjenjang. Dengan modal pengetahuan dan fasilitas lainnya mereka berwirausaha.
Samuel Whalton pendiri Walmart yang kini menjadi retailer terbesar dunia adalah veteran yang memulai usahanya pada usia 47 tahun. Ross Perot pendiri Texas Instrument yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden Amerika dari partai independen juga seorang veteran yang berhasil dibentuk menjadi wirausahawan. Ada yang mengatakan bahwa seseorang menjadi wirausahawan itu karena lingkungan.
Misalnya, banyak orang WNI keturunan menjadi wirausahawan yang sukses karena mereka hidup di lingkungan para wirausahawan atau pelaku usaha.
Pendapat yang sangat moderat adalah tidak mempertentangkan antara apakah wirausahawan itu dilahirkan, dibentuk atau karena lingkungan. Pendapat tersebut menyatakan bahwa untuk menjadi wirausahawan tidak cukup hanya karena bakat (dilahirkan) atau hanya karena dibentuk.
Wirausahawan yang akan berhasil adalah wirausahawan yang memiliki bakat yang selanjutnya dibentuk melalui suatu pendidikan atau pelatihan, dan hidup di lingkungan yang berhubungan dengan dunia usaha. Seseorang yang meskipun berbakat tetapi tidak dibentuk dalam suatu pendidikan /pelatihan tidaklah akan mudah untuk berwirausaha pada masa kini.
Hal ini disebabkan dunia usaha pada era ini menghadapi permasalahan-permasalahan yang lebih kompleks dibandingkan dengan era sebelumnya. Sebaliknya orang yang bakatnya belum terlihat atau mungkin masih terpendam jika ia memiliki minat dengan motivasi yang kuat akan lebih mudah untuk dibentuk menjadi wirausahawan.
Bagi yang ingin mempelajari kewirausahan janganlah berpedoman pada berbakat atau tidak. Yang penting memiliki minat dan motivasi yang kuat untuk belajar berwirausaha.

Kamis, 06 Januari 2011

paradox

Paradox untuk DOS

Paradox for DOS was a relational database management system originally written by Richard Schwartz and Robert Shostak, and released by their company Ansa Software in 1985. Paradox untuk DOS adalah sistem manajemen database relasional aslinya ditulis oleh Richard Schwartz dan Robert Shostak, dan dirilis oleh perusahaan mereka Ansa Software pada tahun 1985. In September 1987, Borland purchased Ansa Software, including their Paradox/DOS 2.0 software. Pada bulan September 1987, Borland dibeli Ansa Software, termasuk / mereka perangkat lunak Paradox DOS 2.0. Notable classic versions were 3.5 and 4.5. versi klasik terkenal adalah 3,5 dan 4,5. Versions up to 3.5 were evolutions from 1.0. Versi sampai 3.5 adalah evolusi dari 1,0. Version 4.0 and 4.5 were retooled in the Borland C++ windowing toolkit and used a different extended memory access scheme. Versi 4.0 dan 4,5 telah retooled dalam Borland C + + toolkit windowing dan menggunakan skema akses memori yang berbeda diperpanjang.
Paradox/DOS was a successful DOS-based database of the late eighties and early nineties. Paradoks / DOS database berbasis DOS sukses akhir tahun delapan puluhan dan awal tahun sembilan puluhan. At that time, dBase and its xBase clones ( Foxpro , Clipper ) dominated the market. Pada waktu itu, dBase dan yang xbase klon ( Foxpro , Clipper ) mendominasi pasar. Other notable competitors were Clarion , DataEase , R:Base , and DataFlex . pesaing terkenal lainnya adalah Clarion , DataEase , R: Base , dan DataFlex .
The features that distinguished Paradox/DOS were: Fitur yang membedakan Paradox / DOS adalah:
  • a visual Query by Example implementation that was supported by an AI engine. visual Query dengan Contoh penerapan yang didukung oleh mesin AI.
  • effective use of memory (conventional as well as extended / expanded) - caching data tables and particularly, indexes which caused Paradox to execute tasks very quickly in contrast to the explicit skills required for xBase performance optimisation. [ 1 ] efektif penggunaan memori (konvensional serta diperpanjang / diperluas) - caching data tabel dan khususnya, indeks yang menyebabkan Paradox untuk melaksanakan tugas yang sangat cepat dalam kontras dengan keterampilan eksplisit diperlukan untuk optimasi kinerja xbase. [1]
  • an innovative programming language the Paradox Application Language (PAL) that was readable, powerful, and could be recorded from keyboard actions (rather like Lotus 1-2-3 macro recording). bahasa pemrograman inovatif Paradox Aplikasi Bahasa (PAL) yang dibaca, kuat, dan dapat direkam dari tindakan keyboard (bukan seperti Lotus 1-2-3 rekaman makro).
  • Lotus-like text menus and windows which was the native interface (in contrast to dBase which had a command line interface with menus layered on top). Lotus-seperti teks menu dan jendela yang merupakan antarmuka asli (kontras dengan dBase yang memiliki antarmuka baris perintah dengan menu berlapis-lapis di atas).
  • Particularly in Paradox 1.0 and 2.0, the user and programming manuals won readability awards [ citation needed ] - they were copiously illustrated, well laid out and explanations were written in common English. Terutama di Paradox 1.0 2.0, dan buku petunjuk dan pemrograman memenangkan pembacaan penghargaan [ rujukan? ] - mereka deras diilustrasikan, ditata dengan baik dan penjelasan ditulis dalam bahasa Inggris umum.

[ edit ] Paradox for Windows [ sunting ] Paradox untuk Windows

Paradox for Windows was a distinctly different product than Paradox for DOS, and was produced by a different team of programmers. Paradox untuk Windows adalah produk jelas berbeda dari Paradox untuk DOS, dan diproduksi oleh tim yang berbeda programmer. Although key features of the DOS product, the QBE and the database engine, were ports keeping the DOS code, there was a major break in compatibility from PAL to ObjectPAL and in the shift to a GUI design metaphor for Forms and Reports. Meskipun fitur kunci dari produk DOS, QBE dan mesin database, adalah port menjaga kode DOS, ada istirahat utama dalam kompatibilitas dari PAL ke ObjectPAL dan pergeseran ke metafora desain GUI untuk Bentuk dan Laporan. The ObjectPAL changes were controversial but forced since PAL was based on keystroke recording actions that had no equivalent in Windows. Para ObjectPAL Perubahan tersebut kontroversial namun terpaksa karena PAL didasarkan pada tindakan merekam keystroke yang tidak setara di Windows. An object-based language based on ideas from Hypercard was used in place of keystroke recording. Sebuah bahasa pemrograman berbasis berdasarkan ide dari HyperCard digunakan di tempat rekaman keystroke. The Forms and Reports designers used device independent scaling including ability to work in zoomed mode for detailed layout. Para desainer Formulir dan Laporan digunakan skala perangkat independen termasuk kemampuan untuk bekerja dalam mode diperbesar untuk tata letak rinci. The mouse right-click was used for access to Forms and Reports properties, inspired by the Xerox Alto and Smalltalk , in a way now almost universal to Windows programs. Hak-klik mouse digunakan untuk akses ke dan Laporan properti Formulir, terinspirasi oleh Xerox Alto dan Smalltalk , dalam cara yang sekarang hampir universal untuk program Windows. The ObjectPAL was (like Hypercard) associated with the visual objects - also revealed by right click. The ObjectPAL adalah (seperti HyperCard) yang berhubungan dengan objek visual - juga diungkapkan oleh klik kanan. Property inspection and layout tools could be "pinned up" to stay on screen, an idea borrowed from the NeXT and now fairly widely adopted in Windows. Properti inspeksi dan alat-alat tata letak bisa "ditempelkan up" untuk tinggal di layar, sebuah ide yang dipinjam dari NeXT dan sekarang cukup banyak digunakan pada Windows.
For approximately the first year of development the object-oriented code was written in C aided by macros, until Turbo C++ was available at which point the remaining parts of the code were written in C++. Untuk kira-kira tahun pertama pembangunan berorientasi kode obyek ditulis dalam C dibantu oleh macro, sampai Turbo C + + yang tersedia di mana titik bagian sisa dari kode ditulis dalam C + +. The product manager up until shipping version 1.0 was Joe Duncan. Para manajer produk sampai pengiriman versi 1.0 adalah Joe Duncan. The development and QA team totaled about 30 people. Tim pengembangan dan QA mencapai sekitar 30 orang.
Both Paradox for Windows and Quattro Pro for Windows , a closely related project, started development using beta versions of Windows 3.0, in the spring of 1990. Kedua Paradox untuk Windows dan Quattro Pro untuk Windows , sebuah proyek yang terkait erat, mulai pengembangan menggunakan versi beta dari Windows 3.0, pada musim semi 1990. Paradox/Windows ended up delayed about a year beyond its original plan, shipping in early 1993. Paradoks / Windows berakhir sampai tertunda sekitar satu tahun di luar rencana semula, pengiriman tahun 1993 awal. The reasons were many, but not entirely surprising for a major rewrite , in an OO language with new tools, shifting to a GUI paradigm, on what was essentially a first version operating system. Penyebabnya banyak, tapi tidak sepenuhnya mengejutkan bagi seorang mayor menulis ulang , dalam bahasa OO dengan alat-alat baru, beralih ke paradigma GUI, pada apa yang pada dasarnya merupakan versi sistem operasi pertama. Still it was a big problem for the company and Microsoft managed to ship Access a couple of months ahead of Paradox for Windows, a major marketing win to Microsoft. Masih itu adalah masalah besar bagi perusahaan dan Microsoft berhasil kapal Mengakses beberapa bulan menjelang Paradox untuk Windows, pemasaran utama menang ke Microsoft.
In 1990 Borland also started work on an internal dBASE clone for both DOS and Windows, written in assembler, which was planned to ship in 1992. Pada tahun 1990 Borland juga mulai bekerja pada clone dBASE internal untuk DOS dan Windows, ditulis dalam assembler, yang direncanakan untuk kapal pada tahun 1992. By early 1992 it became clear that Ashton-Tate was in difficulties on developing Windows versions of their products and so Borland switched plans, instead acquiring the company and anointing their internal project as the official successor. Pada awal tahun 1992 menjadi jelas bahwa Ashton-Tate berada di kesulitan pada pengembangan versi Windows produk mereka dan sehingga Borland diaktifkan rencana, bukan mengakuisisi perusahaan dan urapan proyek internal mereka sebagai penerus resmi. Part of the Ashton-Tate acquisition was the Interbase database and it was decided that Paradox/W should be able to work with Interbase as well as the Paradox engine and this led to the creation of an IDAPI engine based around Interbase. Bagian dari Ashton-Tate akuisisi adalah Interbase database dan diputuskan bahwa Paradox / W harus dapat bekerja dengan Interbase serta mesin Paradoks dan ini menyebabkan penciptaan mesin IDAPI berbasis di Interbase.
The acquisition also shifted focus. Akuisisi ini juga mengalihkan fokus. Paradox had historically competed against dBASE in some markets, and Paradox/W originally was designed to improve the competitive position in the developer-oriented market. Paradox secara historis bertanding melawan dBASE di beberapa pasar, dan Paradox / W awalnya dirancang untuk meningkatkan posisi kompetitif di pasar pengembang-oriented. After dBASE was acquired this was no longer desirable and emphasis shifted towards an ease-of-use market. Setelah dBASE diperoleh ini tidak lagi diinginkan dan penekanan bergeser menuju kemudahan-pasar-digunakan. However the product could not be changed to match the emphasis (this occurred in later releases) at that late stage, making the product somewhat over complex for the entry level market. Namun produk tersebut tidak dapat diubah agar sesuai dengan penekanan (ini terjadi di rilis kemudian) pada tahap akhir, membuat produk agak lebih kompleks untuk pasar entry level.
Microsoft's first desktop database program, Microsoft Access , did a good job of addressing that same market and got there first when it debuted at COMDEX November 1992. desktop pertama program database Microsoft, Microsoft Access , melakukan pekerjaan yang baik menangani bahwa pasar sama dan sampai di sana pertama kali ketika debut di COMDEX November 1992. In response to Borland's acquisition of Ashton-Tate, Microsoft acquired FoxPro and incorporated its Rushmore technology into the Access Jet Engine to significantly improve its performance. Menanggapi akuisisi Borland tentang Ashton-Tate, Microsoft mengakuisisi FoxPro dan teknologi yang dimilikinya Rushmore dimasukkan ke dalam Akses Jet Engine secara signifikan meningkatkan kinerjanya.
Microsoft Access offered many features that were easier for end users and developers to implement, including a more intuitive query interface using Windows links between fields rather than the Paradox text tagging of fields in QBE, and the Access Basic programming language which was more similar to PAL than Object PAL. Microsoft Access menawarkan banyak fitur yang mudah bagi pengguna akhir dan pengembang untuk melaksanakan, termasuk antarmuka yang lebih intuitif query menggunakan link Windows antara bidang daripada teks Paradoks penandaan bidang di QBE, dan Akses Dasar bahasa pemrograman yang lebih mirip ke PAL dari Obyek PAL. Access and Paradox significantly differed in the way they presented results from queries. Akses dan Paradox secara signifikan berbeda dalam cara mereka mempresentasikan hasil dari query. Access showed records before a query was completed and without the overhead of creating an output table. Akses menunjukkan catatan sebelum query telah selesai dan tanpa overhead menciptakan tabel output. Paradox showed the results only after all the records were retrieved and an ANSWER table created. Paradox menunjukkan hasil hanya setelah semua record yang diambil dan meja JAWABAN dibuat. This performance difference was significant for large datasets and negatively impacted Paradox/W. Ini perbedaan kinerja yang signifikan bagi dataset besar dan berdampak negatif Paradox / W.
Taking a book out of Borland's low price Quattro Pro spreadsheet debut against Microsoft Excel, Microsoft Access debuted with a $99 price. Mengambil keluar buku harga debut rendah Borland's Quattro Pro spreadsheet melawan Microsoft Excel, Microsoft Access debutnya dengan harga $ 99. This undercut the traditional DBMS prices of Paradox DOS, Paradox Windows, and dBase of around $799, which negatively impacted Borland more than any other firm. Hal ini melemahkan tradisional DBMS harga Paradox DOS, Paradox Windows, dan dBase sekitar $ 799, yang berdampak negatif Borland lebih dari perusahaan lain.
The Borland management team with its 85% market share of the desktop database market severely underestimated the threat of Microsoft and Microsoft Access. [ 2 ] Still, Paradox/W sold well for a while. Manajemen Borland tim dengan pangsa pasar 85% nya pasar database desktop sangat meremehkan ancaman dari Microsoft dan Microsoft Access. [2] Namun, Paradox / W dijual baik untuk sementara waktu. Meanwhile, Borland was going through some serious problems caused by the Ashton-Tate acquisition. Sementara itu, Borland sedang mengalami beberapa masalah serius yang disebabkan oleh akuisisi Ashton-Tate. Many product lines were discontinued, corporate reorganization and consolidation was painful, and even worse, the internal dBASE project at the center of the acquisition rationale was eventually cancelled for technical reasons leaving Borland with a collapse in revenues and a serious need to develop the missing dBASE for Windows in a hurry. Banyak lini produk dihentikan, reorganisasi perusahaan dan konsolidasi menyakitkan, dan bahkan lebih buruk lagi, proyek dBASE internal di pusat alasan akuisisi akhirnya dibatalkan karena alasan teknis meninggalkan Borland dengan jatuhnya pendapatan dan kebutuhan serius untuk mengembangkan dBASE hilang untuk Windows terburu-buru. Borland lost the strength to fight the multiple marketing battles it needed for its range of products. Borland kehilangan kekuatan untuk melawan beberapa pemasaran pertempuran itu diperlukan untuk rangkaian produk. Paradox was minimally marketed to the developers since the company decided it would hold out for a replacement of dBASE, which eventually came out in 1994, too late for the company. Paradox adalah minimal dipasarkan untuk para pengembang sejak perusahaan memutuskan akan bertahan untuk penggantian dBASE, yang akhirnya keluar pada tahun 1994, terlalu terlambat bagi perusahaan.
To make matters worse, while the dBASE for DOS clones (FoxBase and Clipper) copied dBASE closely, the Windows versions of these products were developed without an existing dBASE for Windows model. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, sedangkan dBASE untuk klon DOS (FoxBase dan Clipper) dBASE disalin erat, versi Windows produk ini dikembangkan tanpa dBASE yang ada untuk model Windows. One of dBASE for DOS's strengths was multi-vendor support and this was lost in the various Windows xBase products. Salah satu kekuatan dBASE untuk DOS adalah multi-vendor dukungan dan hal ini hilang dalam Windows xbase berbagai produk. Borland's Visual dBASE for Windows couldn't run Microsoft's Foxbase for Windows programs and vice versa. Borland Visual dBASE untuk Windows tidak dapat menjalankan Foxbase Microsoft untuk program Windows dan sebaliknya. Faced with a fragmented market and the need to rewrite programs to take advantage of Windows, there was little incentive for xBase users to stay loyal to the product they'd used for DOS. Dihadapkan dengan pasar yang terfragmentasi dan kebutuhan untuk menulis ulang program untuk mengambil keuntungan dari Windows, ada sedikit insentif untuk pengguna xbase untuk tetap setia dengan produk mereka digunakan untuk DOS.
In 1995, Microsoft bundled Access into their Microsoft Office Professional Suite with Word, Excel and PowerPoint. Pada tahun 1995, Microsoft dibundel Akses ke mereka Microsoft Office Professional Suite dengan Word, Excel dan PowerPoint. This effectively killed the end-user desktop database market for standalone products. Ini secara efektif membunuh pasar pengguna akhir database desktop untuk produk standalone.
Despite solid follow-on versions with improvements to usability for entry-level users, Paradox faded from the market. Meskipun padat tindak pada versi dengan perbaikan untuk kegunaan untuk pengguna entry-level, Paradox memudar dari pasar. It was included in the sale of Borland products to WordPerfect, which were in turn resold as WordPerfect got into financial products, and at the current time of writing Paradox for Windows, WordPerfect and Quattro Pro for Windows are all owned by Corel and sold as part of their office suite. Itu termasuk dalam penjualan produk Borland ke WordPerfect, yang pada gilirannya dijual kembali sebagai WordPerfect masuk ke produk-produk keuangan, dan pada waktu saat penulisan Paradox untuk Windows, WordPerfect dan Quattro Pro untuk Windows adalah semua dimiliki oleh Corel dan dijual sebagai bagian suite kantor mereka. dBASE for Windows came out too late to be a significant player in the Windows market, most dBASE programmers by then had migrated to Microsoft FoxBASE, a very similar database tool. dBASE untuk Windows datang terlambat untuk menjadi pemain yang signifikan dalam pasar Windows, sebagian besar programmer dBASE saat itu telah bermigrasi ke Microsoft FoxBASE, alat database yang sangat mirip. Borland itself retained the Interbase/IDAPI server and focused efforts on its Delphi tools which over the years gave it an influential but small part of the data-oriented developer market. Borland sendiri mempertahankan Interbase / server IDAPI dan fokus usaha pada perusahaan Delphi alat yang selama bertahun-tahun memberinya sebuah tapi kecil bagian berpengaruh dari pengembang berorientasi pasar-data.

[ edit ] Corel Paradox [ sunting ] Corel Paradox

Corel acquired certain rights to develop and market Paradox in the mid-90's and released Corel Paradox 8 in 1997. Corel memperoleh hak tertentu untuk mengembangkan dan memasarkan Paradox pada pertengahan 90-an dan dirilis Corel Paradox 8 pada tahun 1997. It also bundled Paradox in the professional version of its WordPerfect Office suite. Paradoks ini juga dibundel dalam versi profesional yang WordPerfect Office suite. It has released Office Professional Edition versions 9, 10, 11, 12, X3 and X4. Ini telah merilis versi Office Professional Edition X3 9, 10, 11, 12, dan X4. The latest version of Paradox released by Corel is 11.0.0.676 which is bundled with X5 Hot Fix 1. [ 3 ] Versi terbaru dari Paradox dirilis oleh Corel adalah 11.0.0.676 yang dibundel dengan X5 Hot Fix 1. [3]